Percayalah, Allah Pasti Memberikan Yang Terbaik

 Percayalah, Allah Pasti Memberikan Yang Terbaik. Bahwasannya Setiap manusia pastinya selalu menginginkan yang terbaik.

Mendapat segala yang terbaik dan mengusahakan sesuatu yang terbaik, baik untuk dirinya maupun untuk orang-orang yang tersayang.

Salah satu sifat seorang Muslim ialah selalu memohon dan meminta pada Allah, Zat yang Maha Kuasa.

Satu persepsi dan pegangan bagi seseorang yang bepegang teguh bahawa jika mahukan sesuatu, mintalah pada Allah kerana Dia pasti tidak pernah menghampakan.

Meminta pada manusia, sekali dua kali, mungkin diberinya, tapi mungkin tidak pada permintaan yang berikutnya, tetapi jika berkehendakkan sesuatu, mintalah pada Allah, kerana Dia pasti tidak jemu dan bosan untuk menunaikannya, terkadang juga tidak diminta, diberi-Nya pula.

Perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita, jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.

Kita mungkin tidak akan menjadi sekuat apa yang semestinya kita butuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita pinta. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”.

Bagi sebagian orang mungkin sudah merasakan nikmatnya sebuah pencapaian dan merasakan juga bagaimana perihnya perjuangan untuk mencapai itu.

Namun sebagian yang lain juga merasakan bahwa mereka selalu mendapatkan apa yang mereka harapkan. Ketika berharap mereka ingin A namun yang ia dapatkan adalah B. Kenapa semua itu terjadi, yang jelas adalah Allah selalu memberikan yang terbaik untuk semua hambanya.

Banyak orang-orang mengeluhkan tentang nasibnya dan ada beberapa yang memvonis bahwa Tuhan itu tidak adil dan tidak memuliakan hambanya. Astagfirullah al adzhim!

Allah itu sebenarnya sayang kepada kita semua kita lah yang tidak sayang sama diri kita sendiri dan menyiksa diri. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Inilah contoh kisah bagaimana Allah memberikan terbaik pada kita.

Alkisah seorang lelaki meminta kepada Allah untuk di berikan sekuntum bunga dan seekor kupu-kupu. Namun apa yang di berikan Tuhan kepadanya? Tuhan memberinya sebuah Kaktus dan seekor Ulat.

Karena lelaki tersebut yakin sepenuhnya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik baginya maka ia pun merawat keduanya. Dia sering membawa pohon mawar itu ke luar rumah dan tidak jarang ia terkena akan durinya yang tajam begitu pun ulat ia sebenarnya tidak suka akan hewan yang satu ini karena hewan ini sangat menjijikan dan kadang ia sering mual karena melihat ulat-ulat itu di rumahnya.

Setelah beberapa minggu kemudian setelah ia tinggalkan rumahnya karena ada pekerjaan di luar rumah ia datang kembali dan pada pagi hari ia hendak menengok pohon mawar dan ulat yang ia simpan di halaman depan rumahnya.

Tahukah anda apa yang lelaki itu lihat ? Dia melihat sekuntum bunga yang sangat indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya dari batang pohon mawar itu dan melihat banyak sekali kupu-kupu yang berwarna sangat indah yang belum pernah ia lihat di mana pun juga.

Batang pohon mawar yang berduri tajam itu menumbuhkan bunga yang sangat indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya begitu pun ulat-ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang berwarna sangat indah yang juga ia belum pernah lihat sebelumnya.

Melihat pemandangan itu ia tersentak kagum dan berkata, “Wahai Tuhan ternyata benar engkau pasti memberikan yang terbaik bagi hambanya”.

Demikianlah, kehidupan kita senantiasa diwarnai dengan kejadian yang senantiasa berpasangan. Ada senang ada susah, ada kesuksesan ada kegagalan. Yang sering kali kita tidak mengerti dan tidak mampu memahami hikmah dibalik setiap peristiwa.

Yang kesemuanya mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersyukur atas setiap rahmat yang dianugerahkan kepada kita, dan bersikap sabar dalam setiap ujian. Kita harus meyakini sepenuhnya bahwa Allah Pencipta kita, lebih Tahu mana yang terbaik bagi kita.

Apa saja yang kita inginkan dan kita senangi, belum tentu baik menurut pandangan Allah. Sebaliknya, apa yang tidak kita inginkan dan tidak kita senangi belum tentu buruk untuk kita, menurut pandangan Allah.

 ” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui  (QS Al Baqoroh : 216).

Sehingga, seharusnyalah kita sebagai ummat-Nya selalu menggantungkan diri kepada-Nya. Mengkomunikasikan segala keinginan kepada-Nya. Memohon petunjuk dan bimbingan untuk dapat memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk, dan selalu berprasangka baik kepada Allah atas segala ketentuan yang ditetapkan.

Menyertakan do’a dalam setiap usaha. Dan lapang dada, tawakkal kepada Allah terhadap segala yang terjadi. Sehingga kehidupan ini akan menjadi nikmat dijalani. Nikmat yang dianugerahkan-Nya akan menambah ketaatan kita, dan cobaan yang diberikan akan menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya.

“Robbi awzi’nii an asykuroo ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa ad khilnaa birohmatika fii ‘ibaadikashshoolihiin”.

Ya Robb kami, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (QS An Naml:19).

Wallaahu ‘a’lam bishshowwab.

Comments are closed.